Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Terkini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

12 Grup Muslimat NU Ikuti Seleksi Lomba Paduan Suara Piala PWNU DKI Jakarta Hj. Hizbiyah Rochim

Lomba Hadroh Hari Santri Nasional di Masjid Raya Hasyim Asy’ari di Buka Erwin Aksa anggota DPR RI

Semarak Hari Santri Nasional 2026, LAZISNU Gelar Donor Darah di Masjid Raya Hasyim Asy’ari

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Terkini
suarayogya.id
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Terkini
suarayogya.id
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Terkini
You are at:Home»Terkini»Dosen UKDW Siapkan Seri Buku Management Hamemayu Hayuning Bawana Padukan Kearifan Lokal Dengan Ilmu Management Modern
Terkini

Dosen UKDW Siapkan Seri Buku Management Hamemayu Hayuning Bawana Padukan Kearifan Lokal Dengan Ilmu Management Modern

redaksiBy redaksi11 September 2026 12:23 pm034 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Dosen UKDW Siapkan Seri Buku “Manajemen Hamemayu Hayuning Bawana”, Padukan Kearifan Lokal dengan Ilmu Manajemen Modern

YOGYAKARTA- Suarajogja.com-Dunia ilmu manajemen berpeluang mendapatkan warna baru melalui pengembangan kajian yang berpijak pada kearifan lokal dan filosofi budaya Yogyakarta.

Gagasan tersebut dikembangkan Dr. R. Andreas Ari Sukoco, SE, MM, M.Min, dosen manajemen Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), melalui seri buku “Manajemen Hamemayu Hayuning Bawana”. Karya ini diarahkan untuk mengembangkan ilmu manajemen dengan menjadikan filosofi utama Yogyakarta sebagai sumber inspirasi sekaligus landasan pemikiran.

Dalam pengkaryaan tersebut, Andreas mendapat dukungan dari pakar Keistimewaan Yogyakarta Dr. Haryadi Baskoro, serta jejaring akademisi dan berbagai elemen masyarakat di Yogyakarta.

Konsep Hamemayu Hayuning Bawana sendiri mengandung gagasan tentang upaya memperindah, menjaga, dan menciptakan kehidupan dunia yang lebih baik. Nilai filosofis tersebut kemudian hendak diterjemahkan ke dalam berbagai bidang manajemen sehingga kearifan lokal tidak berhenti sebagai warisan budaya, tetapi dapat dikembangkan menjadi pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman.
Didukung Akademisi hingga Pemerintah DIY

Pengembangan seri buku ini mendapat dukungan dari sejumlah kalangan akademisi, antara lain Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, Ketua Dewan Pendidikan DIY, Prof. Dr. Sudaryono, dan Dr. Wing Wahyu Winarno.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah DIY melalui Dian Laksmi Pratiwi, MA, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, serta Kurniawan, Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY.
Selain itu, gagasan tersebut mendapat dukungan dari Widihasto Wasana Putra, Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Hedy Christiyono Nugroho, SH, MH, advokat Kantor Hukum 3H, serta Pulung WP dari HP Management.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan manajemen berbasis budaya tidak hanya dipandang sebagai proyek akademik, tetapi juga sebagai upaya mempertemukan ilmu pengetahuan, kebudayaan, pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat.

Kick Off di Museum Sonobudoyo

Momentum awal pengkaryaan seri buku tersebut dilakukan bertepatan dengan Peringatan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY.
Kick off digelar dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan DIY di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, Senin (7/9/2026), melalui acara bertajuk “Sinau Sareng Relevansi Nilai-nilai Keistimewaan DIY di Masa Kini.”

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Laksmi Pratiwi bersama Kepala Museum Sonobudoyo meresmikan dimulainya pengkaryaan buku.
Kegiatan tersebut juga diikuti sekitar 80 mahasiswa dan pemuda dari berbagai wilayah di DIY. Kehadiran generasi muda menjadi bagian penting karena nilai-nilai Keistimewaan DIY dinilai perlu terus dikontekstualisasikan agar mampu menjawab persoalan kehidupan masyarakat masa kini.

Dari Filosofi Budaya Menjadi Ilmu Manajemen

Andreas mengatakan, kearifan lokal dan filosofi budaya Nusantara, khususnya Yogyakarta, menyimpan banyak gagasan yang dapat dikembangkan untuk memperkaya ilmu manajemen.

Menurutnya, ilmu manajemen tidak harus selalu dibangun dari teori-teori yang berkembang di luar negeri. Nilai-nilai lokal juga dapat menjadi sumber pengetahuan untuk membangun pendekatan manajemen yang sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia.

Seri “Manajemen Hamemayu Hayuning Bawana” karena itu tidak hanya diarahkan menjadi buku yang membahas filosofi, tetapi berupaya menjembatani nilai budaya dengan konsep-konsep manajemen modern.

“Kearifan lokal dan filosofi budaya asli kita memberi banyak inspirasi bagi pengembangan ilmu manajemen,” ujar Andreas.

Tujuh Bidang Manajemen Disiapkan

Selain buku induk Manajemen Hamemayu Hayuning Bawana, Andreas menyiapkan sejumlah buku turunan yang mengangkat nilai-nilai filosofi Yogyakarta dalam berbagai bidang.
Beberapa judul yang dipersiapkan antara lain:

Manajemen Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Filosofi Yogyakarta

1. Manajemen SDM Berbasis Nilai Pamenthanging Gandewa, Pamenthenging Cipta
2. Manajemen Kepemimpinan Berbasis Nilai Hamangku, Hamengku, Hamengkoni
3. Manajemen Strategi Berbasis Nilai Pamenthanging Gandewa, Pamenthenging Cipta
4. Kewirausahaan Berbasis Nilai Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh
5. Koperasi Berbasis Nilai Golong Gilig
6. Manajemen Pariwisata Berbasis Budaya
7. Manajemen Pendidikan Berbasis Nilai Mangasah Mingisig Budi, Memasuh Malaning Bhumi

Ragam tema tersebut memperlihatkan luasnya kemungkinan penerapan filosofi budaya Yogyakarta. Nilai budaya tidak hanya ditempatkan dalam ruang seni dan tradisi, tetapi dapat dikaji dalam konteks kepemimpinan, sumber daya manusia, strategi organisasi, kewirausahaan, koperasi, pariwisata, pendidikan hingga pembangunan berkelanjutan.

Menjadikan Kearifan Lokal Relevan dengan Zaman

Pengkaryaan ini sekaligus membuka ruang dialog antara budaya dan ilmu pengetahuan. Filosofi yang diwariskan dari generasi sebelumnya ditantang untuk dibaca kembali dengan perspektif akademik dan diterapkan dalam persoalan kekinian.

Dengan pendekatan tersebut, Hamemayu Hayuning Bawana dapat dipahami bukan sekadar ungkapan filosofis, tetapi sebagai nilai yang mendorong manusia dan organisasi untuk menciptakan kemanfaatan, keseimbangan, keberlanjutan, serta kehidupan yang lebih baik.

Jika dikembangkan secara konsisten, seri buku ini berpotensi menjadi salah satu upaya menghadirkan perspektif manajemen bercorak Indonesia, dengan Yogyakarta sebagai salah satu sumber utama nilai dan pemikirannya.

Gagasan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak harus berhenti pada menjaga bentuk-bentuk tradisi masa lalu. Budaya juga dapat terus hidup melalui proses reinterpretasi, pengembangan ilmu, dan penerapan dalam kehidupan modern.

Dari Yogyakarta, filosofi Hamemayu Hayuning Bawana kini didorong untuk memasuki ruang baru: ruang ilmu manajemen, pendidikan, dunia usaha, pemerintahan, dan pembangunan berkelanjutan.

(Herman)

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleWhat are the Top Sodium Food Sources in the United States?
Next Article Kabar Hangat: Kasatgas Tito Minta Stakeholder di Tapanuli Tengah Bersatu Prioritaskan Penanganan Pascabencana
redaksi

Related Posts

12 Grup Muslimat NU Ikuti Seleksi Lomba Paduan Suara Piala PWNU DKI Jakarta Hj. Hizbiyah Rochim

21 Oktober 2026 11:06 am

Lomba Hadroh Hari Santri Nasional di Masjid Raya Hasyim Asy’ari di Buka Erwin Aksa anggota DPR RI

21 Oktober 2026 10:55 am

Semarak Hari Santri Nasional 2026, LAZISNU Gelar Donor Darah di Masjid Raya Hasyim Asy’ari

21 Oktober 2026 10:43 am
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Kabar Hangat: PT Astra International Tbk Kembangkan Wisata Budaya Osing di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi

11 Oktober 2026 6:04 am10 Views

Mobile Gender Gap Increased During Pandemic, New Data Shows

15 Maret 2020 7:52 pm4 Views

Dosen UKDW Siapkan Seri Buku Management Hamemayu Hayuning Bawana Padukan Kearifan Lokal Dengan Ilmu Management Modern

11 September 2026 12:23 pm3 Views
© 2026 SuaraYogya.id. Designed by SuaraYogya.id.
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Daerah
  • Internasional
  • Nasional
  • Terkini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.